Analisis Puisi dan Antologi Puisi Nyanyi
Sunyi
Karya: Amir Hamzah
A.
Data buku
Judul : Nyanyi Sunyi
Jumlah puisi : 24
Pengarang : Amir Hamzah
Penerbit : Dian Rakyat
Tahun Terbit : 1985
B.
Analisis
1. Padamu Jua
Habis kikis
Segala cintaku
hilang terbang
Pulang kembali aku
padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di
malam gelap
Melambai pulang
perlahan
Sabar, Selalu setia
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Dimana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata
merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila
sasar
Sayang berulang
padamu jua
Engkau
pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
Kasihmu
sunyi
Menunggu
seorang diri
Lalu
waktu – bukan giliranku
Mata
hari –bukan kawanku . . . . .
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema : Keagamaan
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa :
Resah
4)
Amanat :Tuhan masih mencintai hamba-
Nya,walaupun
hamba-Nya telah
berpaling
dari-Nya.
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata
kiri
2)
Diksi : a)
Nanar = Pusing
b) Sasar =
Setengah gila
c) Pelik =
Jarang ada
3)
Imaji : Auditif
Visual
4)
Kata Konkret : a) Suara
sayup menggambarkan
imaji pendengaran (auditif).
b) Rupa tiada
memunculkan imaji
pengelihatan
(visual).
5)
Majas : a) Personifikasi (Kaulah kandil
kemerlap,Pelita
jendela di
malam gelap)
b) Alegori
dilambangkan dengan
warna merah
c) Simile dilambangkan dengan
warna biru muda
6)
Rima/Irama : a) Warna ungu melambangkan
rima aliterasi.
b) Tulisan miring
melambangkan
rima putus/patah.
c) Garisbawahmelambangkan
rimaawal dan rima
mutlak.
d) Warna biru tua melambangkan
rima silang/salib/sengkelang
e) Warna coklat melambangkan
rima
kembar/pasangan dan rima
tak sempurna.
f) Warnacoklat (bold)
melambangkanrimatengah
dan
rima mutlak.
g) Rima tak sempurana (Habis
kikis, satu kekasihku, rupa
tiada,
engkau cemburu)
2. Permainanmu
Kaukeraskan
kalbunya
Bagai batu membesi benar
Timbul telangkaimu bertongkat urat
Ditunjang pengacara petah pasih
Dihadapan lawanmu
Tongkatnya
melingkar merupa ular
Tangannya putih, putih penyakit
Kekayaanmu nyata, terlihat terang
Kekasihmu ditindasnya terus
Tangan,
tapi tersembunyi
Mengunci
bagai pateri
Kalbu ratu rat rapat
Kau
pukul raja-dewa
Sembilan
cambuk melecut dada
Putera-mula
peganti diri
Pergi
kembali ke asal asli –
Bertanya aku kekasihku
Permainan engkau permainkan
Kautulis
kaupaparkan
Kausampaikan
dengan lisan
Bagaimana aku menimbang
Kaulipu
lipatkan
Kaukelam
kabutkan
Kalbu ratu dalam genggammu
Kauhamparkan
badan
Ditubir bibir pantai permai
Raja ramses penaka durjana
Jadi
tanda di hari muka
Bagaimana aku menimbang
Kekasihku astana
sayang
Ratu restu telaga sempurna
Kekasihku mengunci
hati
Bagi tali disimpul mati
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Penghianatan
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa :Kesal
4)
Amanat : Janganlah menghianati orang yang
kita
sayang.
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :a)Kalbu = hati
b) Membesi = mengeras
c) Telangkai =
menyerbu,
menyergap
d) Bertongkat urat = marah
e) Petah pasih = fasih dalam
berbicara
f) Pateri =
mengeras
g) Tubir =
tebing yang curam
3)
Imaji :
Auditif
Visual
4)
Kata konkret : a) Kausampaikan dengan lisan
memunculkan imaji suara
(auditif).
b) Kekayaanmu nyata terlihat
terang memunculkan imaji
penglihatan (visual).
5)
Majas :Aliterasi
Simile
6)
Rima/irama :a) Warnaungumelambangkanrima
putus/patah.
b) Warna hijau melambangkanrima
mutlak
c) Warnamerahmelambangkan
rima kembar/pasangan.
d) Warna biru muda dan warna ungu
bertulis miring melambangkan
rima aliterasi.
e) Warna pink dan warna ungu yang
dibold melambangkan rimatak
sempurna.
f) Warna biru tua melambangkan
rima tegak/vertikal.
g) Warna ungu yang bergaris bawah
melambangkan rima rangkai.
3. Hanyut Aku
Hanyut
aku, kekasihku!
Hanyut
aku!
Ulurkan tanganmu, tolong aku.
Sunyinya sekelilingku!
Tiada suara
kasihan, tiada
angin mendingin hati,
tiada air menolak ngelak.
Dahagakan
kasihmu, hauskanbisikmu, mati aku
sebabkan diammu.
Langit menyerkap, air berlepas tangan, aku tenggelam.
Tenggelamdalam malam.
Air diatas menindih keras.
Bumi dibawah menolak keatas
Mati
aku, kekasihku, mati aku!
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Permintaan pertolongan
2)
Nada :Menyerahkanmasalahkepada
pembaca
3)
Rasa :
Panik
4)
Amanat :Pedulikanlah orang-orang yang
membutuhkan pertolonganmu
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :
a) Ngelak = menghindar
b) Menerkap =
memeluk,
melindungi,menangkap
3)
Imaji :
Auditif
4)
Kata konkret : Sunyinya sekelilingku! ` memunculkan imaji suara (auditif)
5)
Majas :-
6)
Rima/irama :a) Warna ungu melambangkan rima
mutlak.
b) Warna ungu yang bergaris bawah
melambangkan rima awal.
c) Warna merah dan ungu yang
bergaris bawah dan miring
melambangkan rima akhir.
d) Warna hijau
melambangkan rima
tegak/vertikal.
e) Tenggelam dalam
malam
melambangkan
rima
penuh/sempurna dan
rima
datar/horisontal.
f) Sunyinya
sekelilingku
melambangkan rima aliterasi.
g) Warna biru
melambangkan rima
rangkai.
4. Taman Dunia
Kaumasukkan
aku kedalam taman-dunia, kekasihku!
Kaupimpin
jariku, kautunjukan bunga tertawa, kun-
tum tersenyum
Kautundukkan
huluku tegak, mencium wangi tersem-
bunyi sepi.
Kaugemelaikan
di pipiku rindu daun beldu melunak
lemah.
Tercengang aku, takjub, terdiam.
Berbisik engkau:
”Taman swarga, taman swarga mutiara rupa”.
Engkaupun lenyap.
Termangu aku gilakan rupa.
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Perasaan jatuh cinta
2)
Nada :
Bercerita
3)
Rasa
: Bimbang
4)
Amanat :
Jangan terlalu berlebihan mencintai
seseorang karena suatu saat dia
akan pergi
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi :Rata kiri
2)
Diksi :a)
Hulu = bagian tubuh dari leher
keatas
b) Gemelai =
gemulai(berajun
terlambai-lambai, lemas)
c) Beldu =
beledu(bahan tenun yang
berbulu-bulu halus)
3)
Imaji :
Auditif
4)
Kata konkret : Berbisik engkau memunculkan
imaji suara (auditif)
5)
Majas :
6)
Rima/irama : a) Warnabirumuda melambangkan
rima mutlak.
b) Warna merah
melambangkan
rima
aliterasi.
5. Terbuka Bunga
Terbuka bunga dalam hatiku!
Kembang rindang disentuh bibir-kesturi-mu.
Melayah-layah mengintip restu senyumanmu.
Dengan mengelopaknya bunga ini, layulah bunga
lampau, kekasihku.
Bunga
sunting-hati-ku, dalam masa mengembara
menanda dikau.
Kekasihku! Inikah bunga sejati yang tiadakan layu!
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Perasaan jatuh cinta setelah sakit
hati.
2)
Nada :Mendikte
3)
Rasa
: Senang,
berbunga-bunga
4)
Amanat : Jangan terlalu terpuruk dengan
masa lalu karena pasti ada yang lebih indah dimasa depan
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi :
2)
Diksi :
Sunting=ubah, merubah.
3)
Imaji :
4)
Kata konkret :
5)
Majas :
6)
Rima/irama :a) Warnamerahmelambangkan
rima terus.
b) Yang bergarisbawah
melambangkan
rima tak
sempurna.
c) Warna biru melambangkan rima
mutlak.
6. Doa
Dengan apakah
kubandingkan pertemuan kita, keka-
sihku?
Dengan senja
samar sepoi, pada masa purnama me-
ningkat naik, setelah menghalaukan panas
payah terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan,
melambung rasa menanyang pikir, membawa angan kebawah
kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai
bintang me-
masang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-
malam menyirak kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi
dadakudengan
cahayamu,
biarbersinar mataku sendu, biar
berbinar gelakku rayu!
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema : Pengharapan seseorang agar
kekasihnya selalu mengisi hari-
harinya
2)
Nada :Menyerahkanmasalahkepada
pembaca
3) Rasa :
Berharap
4)
Amanat :Rajinlah beribadah agar harapan
dapat
terkabul
b.
Unsur Luar
1)
Tipografi :
2)
Diksi :a)
Menyirak=
b) Sendu=berasasedihdanpilu,
dukacita
c) Gelak=suaratertawa
yang keras
3)
Imaji :
4)
Kata konkret :
5)
Majas :
6)
Rima/irama :a) Warna biru muda melambangkan
rima awal.
b) Warna merah dan
biru tua yang
miring melambangkan
rima
aliterasi.
c) Warna hijau
melambangkan rima
tak sempurna/paruh.
e) Warna biru muda
dan biru tua
melambangkan
rima mutlak.
f) Warna biru tua
bergaris bawah
melambangkan
rima tengah.
g) Warna ungu
melambangkan rima
rangkai.
7. Ibuku Dehulu
Ibuku dehulu marah padaku
Diam ia tiada berkata
Akupun lalu merajuk pilu
Tiada perduli apa terjadi
Matanya terus mengawas daku
Walaupun bibirnya tiada bergera.
Mukanya masam menahan sedan
Hatinya pedih karena lakuku
Terus aku berkesal hati
Menurutkan setan mengacau-balau
Jurang celaka terpandang dimuka
Kusongsong juga – biar cedera
Bangkit ibu dipegangnya aku
Dirangkumnyasegeradikucupnyaserta
Dahiku berapi pancaran neraka
Sejak sentosa turun ke kalbu
Demikian engkau:
Ibu, bapa, kekasih pula
Berpadu satu dalam dirimu
Mengawas daku dalam dunia.
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Penyesalan
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa
: Menyesal
4)
Amanat :
Janganlah kita durhaka kepada orangtua
terutama ibu.
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :
a) Merajuk=menunjukkan rasa tidak
senang.
b) Bergera=menggertak,
menggugupkan, meyergah.
c) Sedan= suara
tertahan
d) Kucup= Kecup
atau cium
3)
Imaji :
Visual
4)
Kata konkret : Matanya terus mengawas daku
memunculkan imaji penglihatan
(visual)
5)
Majas :
6)
Rima/irama : a) Warna ungu melambangkan rima
mutlak dan rima tengah.
b) Warna hijau melambangkan rima
berpeluk/berpaut.
c) Warna merah melambangkan
rima silang/salib.
d) Warna
biru muda melambangkan
rima tegak/vertikal.
e) Warna biru tua melambangkan
rima aliterasi.
f) Warna hitam bergaris bawah dan
hijau bergaris bawah
melambangkan rima tak
sempurna dan rima
datar/horisontal.
8. Insyaf
Segala kupinta
tiada kauberi
Segala kutanya
tiada kausahuti
Butalah aku terdiri sendiri
Penuntun tiada memimpin jari
Maju mundur tiada terdaya
Sempit bumi dunia raya
Runtuh ripuk astana cuaca
Kureka gembira dilapangan dada
Buta tuli bisu kelu
Tertahan aku
dimuka dewala
Tertegun akudi
jalan buntu
Tetebas putus sutera sempana
Besar
benarsalah arahku
Hampir
tertahan tumpah berkahmu
Hampir
tertutup pintu restu
Gapura rahsia jalan bertemu
Insyaf diriku dera durhaka
Gugur tersungkur merenang mata:
Samar terdengar suwara suwarni
Sapur melipur merindu temu.
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema : Penyesalan akan perbuatan yang
telah dilakukan
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa
: Sedih,menyesal
4)
Amanat : Berpikirlah dahulu sebelum
bertindak, karena penyesalan akan datang di akhir
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :
a) Ripuk=rusak, pecah-pecah, remuk.
b) Sempana=berkat, tuah.
c) Sapur= sungkum atau meniarap
3)
Imaji :
Visual
4)
Kata konkret :
5)
Majas :
6)
Rima/irama : a) Warna merah melambangkan
rima
terus/sama/rata.
b) Warna biru
melambangkan rima
silang/salib.
c) Bait pertama
baris pertama dan
kedua
melambangkan rima
aliterasi.
d) Warna ungu melambangkan rima
mutlak.
e) Warna ungu bergaris bawah
melambangkan rima awal.
f) Warna ungu bergaris bawah
melambangkan rima awal.
g) Warna ungu bertulis miring
melambangkan rima tengah.
h) Tertegun aku di jalan buntu
melambangkan rima
tegak/vertikal.
i) Warna hijau melambangkan rima
asonansi.
j) Warna hijau bergaris bawah dan
warna coklat melambangkan rima
rangkai.
9. Subuh
Kalau subuh kedengaran tabuh
Semua sepisunyisekali
Bulan seorang tertawa terang
Bintang mutiara bermain cahaya
Terjaga aku tersentak duduk
Terdengar irama panggilan jaya
Naik gembira meremang roma
Terlihat panji terkibar dimuka
Seketika terapa;
Masuk bisik hembusan setan
Meredakan darah debur gemuruh
Menjatuhkan kelopak mata terbuka
Terbaring
badanku tiada berkuasa
Tertutup
mataku berat semata
Terbuka
layar gelanggang angan
Terulik
hatiku didalam
kelam
Tetapi hatiku, hatiku kecil
Tiada terlayang di awang dendang
Menangis ia bersuara seni
Ibakan panji tiada terdiri.
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema : Kemalasan seseorang ketika subuh
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa
: Malas
4)
Amanat : Janganlah kita tergoda oleh
bisikan
setan
yang menyuruh kita untuk
malas
beribadah
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :teralpa=
3)
Imaji :
4)
Kata konkret :
5)
Majas :
6)
Rima/irama :a) Warna merah melambangkan
rima putus/patah.
b) Warna hijau melambangkan rima
aliterasi.
c)Warna ungu melambangkan rima
tak sempurna.
d) Warna biru muda melambangkan
rima
sempurna/penuh.
e) Warna coklat melambangkan
rima mutlak.
10. Astana Rela
Tiada bersua
dalam dunia
Tiada mengapa
hatiku saying
Tiadadunia tempat
selama
Layangkan angan meninggi awan
Jangan percaya hembusan cedera
Berkata tiada hanya dunia
Tilikkan tajam mata kepala
Sungkumkan sujud hati sanubari
Mula segala tiada ada
Pertengahan masa kita bersua
Ketika tiga bercerai ramai
Di waktu tertentu berpandang terang
Kalau kekasihmu hasratkan dikau
Restu sempana memangku daku
Tiba masa kita berdua
Berkaca bahagia di air mengalir
Bersama kita mematah buah
Sempana kerja di muka dunia
Bunga cerca melayu lipu
Hanya bahagia tersenyum harum
Disitu baru kita berdua
Samamerasa, samamembaca
Tulisan cuaca rangkaian murtiara
Di mahkota gapura astana rela.
a.
Unsur Dalam:
1)
Tema :
Hubungan dua sejoli menjelang
pernikahan.
2)
Nada :Bercerita
3)
Rasa
: Senang
4)
Amanat :
b.
Unsur Luar:
1)
Tipografi : Rata kiri
2)
Diksi :
a) Bersua=
b) Cedera=terluka
c) Sungkum=meniarap,
menyungkur
d) Restu sempana=
e) Cerca=dihina
f) Astana rela=
3)
Imaji :
4)
Kata konkret :
5)
Majas :
6)
Rima/irama : a) Warna hijau melambangkan rima
mutlak.
b) Warna biru muda melambangkan rima
putus/patah.
c) Warna biru tua melambangkan rima
terus/sama/rata.
d) Warna hijau yang bergaris bawah
melambangkan rima awal.
e) Warna ungu dan warna biru bergaris
bawah melambangkan rima
tegak/vertikal.
f) Warna merah dan biru bertulis miring
melambangkan rima datar/horisontal dan
rima tak sempurna/paruh.
g) Sama membaca sama merasa
melambangkan rima aliterasi.
h) Warna ungu
dan warna biru tua yang
bergaris bawah melambangkan rima
asonansi.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking